Bermacam-macam permasalahan yang dihadapi seseorang menjadikan bermacam-macam pula dalam menanganinya. Tugas manusia hanya berusaha sedangkan hasilnya kita pasrahkan kepada Allah SWT. Hanya saja dalam hidup itu harus yakin bahwa takdir apapun yang diberikan Allah SWT merupakan hal yang terbaik bagi kita dan kita bisa melaluinya.
Setiap manusia memiliki pergaulan sosial yang berbeda-beda. Dari situlah masalah mucul dan dari situ pula masalah terpecahkan. Pada pembahasan kali ini hanya merupakan prinsip dasar dalam mencari jalan keluar dari setiap permasalahan, yaitu suatu sifat tegas yang menjadi prinsip dasar yang bisa dijalankan oleh siapapun yang bertekat kuat.
Sifat tegas ini merupakan sifat keutamaan yang harusnya dimiliki manusia. Sifat ini merupakan pertengahan dari dua unsur sifat pengecut dan anarkis. Pada kenyataannya sesuatu yang lebih pas itu berada di pertengahan tidak terlalu berlebihan dan tidak terlalu kurang, sekalipun dalam hal lain.
Alangkan baiknya jika sifat tegas ini diulas beserta dua sifat buruk yang berada di antaranya. Sebab, barang siapa yang tidak mengerti akan suatu keburukan maka akan jatuh pada keburukan tersebut. begitu pula sebaliknya, barang siapa yang mengetahui suatu kebaikan maka akan lebih mudah untuk melaksanakannya.
Sifat Pengecut
Pada intinya, seseorang yang memiliki sifat ini memiliki keinginan ingin dipuji. Tetapi ketika dijalankan maka akan mengecewakan hasilnya. Karena, prisip dasar ingin dipuji ini merupakan suatu penghambat seseorang dalam menggapai keberhasilan.
Sifat pengecut juga memiliki dasar rasa takut dalam menghadapi problematika. Sebab lemahnya hati sang pengecut yang menguasai dirinya. Bahkan ia lebih rela menghindar dari segala permasalahan yang harusnya dipertanggung jawabkan.
Bukan berarti orang yang sering dikucilkan dan dibulli itu merupakan orang yang sabar. Karena definisi sabar sendiri adalah mampu menghadapi ancaman dirinya namun ia lebih memilih untuk mengalah. Sedangkan sifat pengecut di sini ia memang tidak mampu menghadapi ancaman bagi dirinya sendiri.
Terkadang seorang pengecut sering melakukan prilaku-prilaku yang membuat orang lain geram seperti mencari sensasi dengan melakukan hal-hal yang aneh, dan merasa paling bisa. Jadi, bukan berarti orang yang mengkucilkan atau membulli itu seluruhnya salah tapi mereka berdua sama-sama melakukan kesalahan dalam bertindak.
Faktor lain yang mendasar bagi seorang pengecut adalah susah untuk menerima nasihat. Karena ia selalu menganggap kekurangannya sudah bisa mencukupinya dalam memecakan masalah. Padahal sifat merasa dirinya cukup dan tak mau mempertimbangkan lebih luas ini merupakan cabang dari suatu kesombongan.
Sifat Anarkis
Jika diperhatikan dalam segi kerusakan yang sering banyak terjadi, maka dapat ditarik kesimpulan hal tersebut berasal dari prinsip anarkisme yang tidak terkontrol. Hal tersebut sudah wajar karena luapan emosi yang dialami mengabaikan suatu akal sehat.
Adapun pendirian dasar sifat anarkis itu berasal dari keberanian yang melampaui batas. Sehingga ia lebih mengedepankan amarah daripada akal sehatnya. Oleh karena itu, seorang yang anarkis mengabaikan dampak resiko dari apa yang ia perbuat. Harusnya seseorang dituntut untuk selalu memikirkan dampak resiko dari perbuatan yang akan dijalankan.
Sifat ini sering meresahkan dan merugikan orang lain. Pasalnya, tidak hanya dirinya sendiri yang merasakan bahkan orang lain pun akan terkena dampaknya. Begitu juga dalam suatu organisasi, seorang yang anarkis sering menimbulkan tambahnya masalah di dalam lingkup organisasi.
Jangankan menjadi pimpinan, bahkan menjadi anggota pun sangat beresiko. Karena seorang yang anarkis selalu mengedepankan pendapatnya sendiri dan mengabaikan orang lain, seperti halnya pengecut yang mengabaikan nasihat yang positif.
Setinggi apapun kedudukan dan keilmuan seseorang, jika selama sikap anarkis ini masih melekat di hatinya maka segala yang dihadapinya akan semakin kacau. Karena, ia lebih mengedepankan nafsunya daripada akalnya. Bisa jadi, ia mencari objek lain yang tidak ada sangkut pautnya menjadi bahan pelampiasan.
Sifat Tegas
Sungguh suatu kemuliaan yang luar biasa bagi pribadi seseorang jika memiliki sifat tegas pada dirinya. Sebab ia selalu menggunakan kebijaksanaan dalam menghadapi permasalahan. Adapun sumber dari sifat ini adalah keberanian dan kebijaksanaan.
Bukan berarti seseorang yang menyampaikan orasinya dengan berapi-api merupakan tindakan anarkis. Bisa saja itu suatu ketegasan guna membakar semangat pendengar. Pada dasarnya kemanfaatan dari sifat tegas itu sendiri dapat membangkitkan dirinya sendiri dan orang lain.
Sifat tegas juga mengenal aturan hukum yang berlaku. Jadi seorang yang tegas tau sampai di mana ia harus berhenti agar tidak melampaui batasan hukum. Bukan berarti ia takut untuk menerobos hukum, tetapi ia lebih mengedepankan resiko yang akan terjadi bila melanggar hukum.
Adapun kemampuan lain yang dimiliki bagi seorang yang tegas yaitu mampu memperhitungkan suatu rencana hingga dapat ia capai dengan tepat sasaran. Meskipun dasar dari sifat tegas adalah suatu keberanian, tetapi juga selalu tenang dalam setiap kondisi. Sehingga pada akhirnya, menemui jalan keluar dan hasil yang memuaskan dalam memecahkan masalah.
Keteguhan prinsip seorang yang tegas juga tidak mudah tergoyahkan oleh pengaruh negatif yang menyerangnya. Sebab mereka yakin terhadap dirinya sendiri. Tetapi, bukan berarti tidak mau menerima mutiara nasehat positif, justru mutiara nasehat dijadikan bahan untuk memotivasi dirinya.
Sejatinya nafsu itu takut dengan keberanian. Jadi seorang yang tegas mampu menghentikan nafsunya dengan menggunakan akal sehatnya sebagai landasan. Beda hanya dengan amarah yang selalu mengedepankan nafsu, ketegasan justru menjadi kebalikan daripada hal itu.
Suatu ketegasan merupakan ancaman bagi kejahatan yang tersembunyi maupun yang tampak. Maka sudah wajar bila seorang yang tegas selalu dibenci oleh orang yang memiliki sifat kejahatan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar